Menulis
bukan hal yang mudah, namun juga
bukanlah hal yang dikatakan sulit.
Tergantung kita memaknainya seperti apa dan menjadikan menulis sebagai
asset. Asset menuju persuasif yang paling
mujarab.
Mengapa??
Karena
dengan tulisan kita dapat mempengaruhi
banyak orang secara langsung, secara tidak langsung bahkan secara
berlahan. Contohnya seperti ini, jika tulisan kita dibaca 1000 orang, maka
kemungkinan besar 500 orang atau
lebih akan terpengaruh oleh tulisan
kita. Karena tulisan selalu bisa di replay ulang jika kita sedang
membutuhkan dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi bagaimanapun. Berbeda dengan
berbicara, berbicara tidak ada siaran ulang jika tidak menggunakan media.
Jadi
wajar saja jika dengan tulisan kita
dapat mempropagandai ataupun mempengaruhi semua orang disekeliling kita sesuai
pemikiran kita. Jangan heran jika ada
orang yang mengatakan “Jika ingin melihat kualitas pemikiran seseorang, maka lihatlah kualitas tulisannya”.
Bagi
yang hobby menulis, beruntunglah dan berbahagialah!
Karena
menulis adalah potensi besar dimasa depan. Coba kita perhatikan, anak SD
belajar dari sebuah tulisan, SMP juga belajar dengan tulisan yang biasa kita
sebut buku, SMA juga demikian, apalagi Kuliah. Tidak akan ada professor, tidak akan ada
Einstein, tidak akan ada Habiburrahman, Andrea Hirata, bahkan tidak akan ada ilmuan-ilmuan yang lain jika
tidak ada tulisan. Bayangkan saja, jika penulis-penulis kita mulai berkurang,
ilmu-ilmupun akan berkurang, nah jika sudah seperti itu kita akan miskin ilmu. Akan
terus-teruslah kita menjadi manusia pra sejarah.
Untuk
menjadi seorang penulis yang handal dan professional butuhlah
ilmu, waktu dan latihan, selalu mencoba dan berusaha untuk menulis.
Tidak hanya sekedar berangan-angan menjadi penulis professional dan tidak
mencoba menulis. Mencoba menulis tidak harus mengikuti organisasi tulis, bisa
latihan sendiri dan bisa juga latihan
bersama. Tapi, alangkah baiknya jika kita mengikuti organisasi tulis, agar kita
tak hanya pandai menulis tapi juga memperluas link ataupun jaringan. Dari
itulah saya memilih FLP untuk dijadikan media pembelajaran bersama. Agar dapat saling bertukar pikiran,
menemukan hal baru, bahkan menciptakan
tulisan yang berbeda. Hal ini bisa terjadi jika kita berinteraksi social. Dengan adanya interaksi, maka akan timbul pemikiran-pemikiran yang luas.
Penulis
yang handal terdulu adalah asset bagi orang-orang terdulu, penulis yang handal
sekarang adalah asset sekarang dan kita adalah penulis handal yang akan datang,
maka kita adalah asset masa depan.





Post Comment
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.