Eits,
kali ini kita akan membahas tentang rumah tangga. Ketiga cara ini murni
disepakati ketika suasana hati sedang indah-indahnya. Prikitiw…
Silahkan dibaca sampai akhir ya…
Silahkan dibaca sampai akhir ya…
Rumah
tangga merupakan suatu hubungan yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan para
jomblowan-jomblowati dan bujanghidin-gadisilin (apa kabar para jomblo?). hihihi.
Khayalan yang begitu indah membuat keinginan berumah tangga kian menggebu-gebu,
biasanya ditambah lagi teman sejawat
kiri-kanan, depan-belakang satu persatu mulai pensiun dini dari status
jomblonya. Belum lagi para junior juga
banyak yang telah mengkompor-kompori dengan cara memposting keromantisan dalam
Rumah Tangga mereka. Ketika itu terjadi, biasanya hati mulai bergemuruh,
pikiran mulai menerawang, makan tak kenyang tidurpun tak tenang.
Namun
ketika sudah berumah tangga,
keromantisanpun kian datang. Khayalan manis sebelum nikah sudah tidak
menghantui. Seseorang yang dicinta sekarang sudah di depan mata, sudah bisa merasakan disayang dan menyayangi,
dicintai dan mencitai, dihomati dan menghormati, dipahami dan memahami, diberi
dan memberi, segala sudah mulai dilakukan berdua. Rasa-rasa dunia sudah milik berdua,
yang lain pada ngontrak, setiap awal bulan jadwal menagih uang kontrakan,
(indah bukan? Hihhihi, sudah hidup berdua setiap awal bulan banyak pemasukan
lagi). Xixixi, tapi sayang sekali itu hanyalah rasa-rasa saja. Kehidupan rumah
tangga bukanlah semata-mata keindahan dan kebahagian saja yang pernah ada di
khayalan. Butuh perekat agar bisa semakin kuat, perekat itu berupa kemampuan
dalam paham memahami dan maklum memaklumi.
Perjalanan
dalam rumah tangga tentunya terkadang berada pada emosi yang labil, kadang
mampu untuk mengalah terkadangpun tidak. Terkadang juga mampu untuk bilang “iya”,
terkadangpun bilang “tidak” dengan ditambah kata-kata lain dibelakangnya. Hal inilah
yang biasanya membuat pertengkaran dalam rumah tangga semakin panjang kali
lebar sama dengan lama. Usia pernikahan 1-5 tahun biasanya rentang terjadi
perceraian, pada tahap ini semua kondisi belum stabil, baik itu emosi maupun finansial.
Tapi, jangan khawatir ada 3 cara Jitu untuk menghentikan pertengkaran dalam
rumah tangga, seperti yang sedang berusaha kami lakukan..hihhi..cie…
Simak ya…
Simak ya…
Pertama : Jika sedang bertengkar, segera peluk pasanganmu
Hal ini mudah dilakukan oleh pasangan suami istri, namun ketika bertengkar akan terasa sangat sulit untuk dilakukan. Jadi, ketika pertengkaran itu terjadi, emosi sama-sama tak terkendali, maka pandangilah pasanganmu dan bergerelahlah memeluk ia. Ini berlaku untuk suami istri, apalagi jika memang sudah dibuat kesepakatan sebelumnya untuk menerapkan cara ini jika sedang bertengkar. Tentunya pada kondisi bertengkar sudah tau apa yang harus dilakukan, maka lakukanlah segera. Jika ini dilakukan, bisa dijamin pertengkaran akan berhenti ketika suami istri saling memeluk.
Kedua:
Saat bertengkar, usahakan menyebutkan semua kebaikan pasangan kita
Susah? Dicoba aja
dulu..xixi
Hal
yang sering kali terjadi ialah, ketika bertengkar biasanya keluar semua
kejelekan-kejelekan pasangan, mulai dari yang sederhana sampai sedetail-detail
mungkin. Seolah-oleh tiada satupun kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita. Iya
apa iya?
Nah,
pada trik ini kita buat sebaliknya. Trik ini juga sedang belajar saya lakukan,
ketika emosi memuncak tak terkendali. Semua rasa kesal, benci dan amarah
bersatu, ditambah lagi respon pasangan yang membuat terasa tercabik-cabik, maka
berusahalah bersuara untuk menyebutkan semua kebaikan pasangan yang pernah
dilakukan. Jika kamar kedap suara, ucapkanlah dengan sekeras mungkin. Begitu juga
pasangan kita, hal ini memang harus dikomunikasikan dan disepakati ketika
sedang berada di puncak keharmonisan yang membahagiakan. Sehingga ketika sedang
dihadapi dengan pertengkaran, sudah tau apa yang harus dilakukan.
Pengalaman saya ketika mempraktekkan trik ini, dari emosi yang tinggi akhirnya akan tertawa dan saling memeluk. Ssstttt…..rahasia kita aja ya….^_^, jangan bilang-bilang.
Pengalaman saya ketika mempraktekkan trik ini, dari emosi yang tinggi akhirnya akan tertawa dan saling memeluk. Ssstttt…..rahasia kita aja ya….^_^, jangan bilang-bilang.
Ketiga
: Jika sedang bertengkar, sama-sama berikan apa yang pasangan sukai
Ada
kondisi pertengkaran terjadi karena salah satu pasangan melakukan kesalahan,
ada juga kondisi sama-sama merasa benar. Sangat jarang sekali pertengkaran
terjadi karena semua merasa salah. Jika berada
pada posisi salah satu melakukan kesalahan, maka bagi yang salah berikanlah
sesuatu yang pasanganmu sukai dan jika semua merasa benar maka sama-sama
carilah hal atau sesuatu yang pasanganmu sukai.
Dalam
menghadapi persoalan dalam rumah tangga, hendaknya kita beranalogi seperti kita
memotong kuku. Ketika kita memotong kuku, tentu saja yang kita potong hanyalah
kukunya. Mengapa bukan jarinya?, jawabannya sudah jelas, permasalahannya bukan
pada jarinya, jika jari yang di potong kita akan merasakan sakit yang luar
biasa dan bahkan kita akan kehilangan salah satu yang berharga dalam hidup
kita. Begitu juga dalam rumah tangga, jika suami atau istri sedang dalam
masalah maka bukan suami atau istri itu yang di singkirkan. Tapi solusi dari
masalah yang di selesaikan. Jika kita menyudahi hubungan dalam rumah tangga,
maka percayalah kita baru saja menghilangkan suatu yang paling berharga dalam
hidup kita.
Semoga membantu...
Mari berkunjung ke laman rekan saya, banyak ulasan yang menarik banget disini http://www.keluarganawra.com
http://www.momsodell.com/








hehehee...boleh mir, untuk referensi nanti setelah menikah hehehheeee
ReplyDeletecie yang bantar lagi sudah mau menikah. hihihihi
Deletekpn mbk hari jadinya?